ASKEP DISPEPSIA PDF

Pengertian Dispepsia adalah rasa nyeri atau tidak enak di perut bagian ulu hati NN, Pendapat lain menyebutkan bahwa dispepsia adalah kelainan di dalam tubuh akibat reaksi tubuh terhadap keadaan sekeliling yang menimbulkan gangguan ketidakseimbangan metabolisme yakni makanan di dalam saluran pencernaan, terutama menyerang usia produktif 30 - 50 tahun NN, Sedangkan menurut Mansjoer, Triyanti, Savitri, Wardhani dan Setiowulan, dispepsia merupakan kumpulan keluhan gejala klinis yang terdiri dari rasa tidak enak atau sakit di perut bagian atas yang menetap atau mengalami kekambuhan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa dispepsia merupakan kumpulan keluhan yang meliputi rasa nyeri pada ulu hati, perih, mual, rasa panas di dada , anoreksia, lekas kenyang, kembung, dan regurgitasi akibat gangguan sistem pencernaan. Penyebab Menurut Hadi , penyebab dispepsia dibedakan menjadi dua jenis, yaitu dispepsia organik dan dispepsia fungsional. Dispepsia organik dispepsia yang penyebabnya sudah pasti Jarang ditemukan pada usia lebih dari 40 tahun.

Author:Gusho Kaziramar
Country:Madagascar
Language:English (Spanish)
Genre:Health and Food
Published (Last):24 February 2018
Pages:368
PDF File Size:16.96 Mb
ePub File Size:2.59 Mb
ISBN:582-6-71113-463-8
Downloads:98202
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Vom



Rasa panas di dada dan perut h. Regurgitasi keluar cairan dari lambung secara tiba-tiba 6. Patofisiologi Perubahan pola makan yang tidak teratur, obat-obatan yang tidak jelas, zat-zat seperti nikotin dan alkohol serta adanya kondisi kejiwaan stres, pemasukan makanan menjadi kurang sehingga lambung akan kosong, kekosongan lambung dapat mengakibatkan erosi pada lambung akibat gesekan antara dinding-dinding lambung, kondisi demikian dapat mengakibatkan peningkatan produksi HCL yang akan merangsang terjadinya kondisi asam pada lambung, sehingga rangsangan di medulla oblongata membawa impuls muntah sehingga intake tidak adekuat baik makanan maupun cairan.

Pencegahan Pola makan yang normal dan teratur, pilih makanan yang seimbang dengan kebutuhan dan jadwal makan yang teratur, sebaiknya tidak mengkomsumsi makanan yang berkadar asam tinggi, cabai, alkohol, dan pantang rokok, bila harus makan obat karena sesuatu penyakit, misalnya sakit kepala, gunakan obat secara wajar dan tidak mengganggu fungsi lambung. Penatalaksanaan Medik a. Penatalaksanaan non farmakologis 1 Menghindari makanan yang dapat meningkatkan asam lambung 2 Menghindari faktor resiko seperti alkohol, makanan yang peda, obat-obatan yang berlebihan, nikotin rokok, dan stres 3 Atur pola makan b.

Penatalaksanaan farmakologis yaitu: Sampai saat ini belum ada regimen pengobatan yang memuaskan terutama dalam mengantisipasi kekambuhan. Hal ini dapat dimengerti karena pross patofisiologinya pun masih belum jelas. Obat-obatan yang diberikan meliputi antacid menetralkan asam lambung golongan antikolinergik menghambat pengeluaran asam lambung dan prokinetik mencegah terjadinya muntah 9.

Test Diagnostik Berbagai macam penyakit dapat menimbulkan keluhan yang sama, seperti halnya pada sindrom dispepsia, oleh karena dispepsia hanya merupakan kumpulan gejala dan penyakit disaluran pencernaan, maka perlu dipastikan penyakitnya. Untuk memastikan penyakitnya, maka perlu dilakukan beberapa pemeriksaan, selain pengamatan jasmani, juga perlu diperiksa : laboratorium, radiologis, endoskopi, USG, dan lain-lain.

Laboratorium Pemeriksaan laboratorium perlu dilakukan lebih banyak ditekankan untuk menyingkirkan penyebab organik lainnya seperti: pankreatitis kronik, diabets mellitus, dan lainnya. Pada dispepsia fungsional biasanya hasil laboratorium dalam batas normal. Radiologis Pemeriksaan radiologis banyak menunjang dignosis suatu penyakit di saluran makan. Setidak-tidaknya perlu dilakukan pemeriksaan radiologis terhadap saluran makan bagian atas, dan sebaiknya menggunakan kontras ganda.

Endoskopi Esofago-Gastro-Duodenoskopi Sesuai dengan definisi bahwa pada dispepsia fungsional, gambaran endoskopinya normal atau sangat tidak spesifik. USG ultrasonografi Merupakan diagnostik yang tidak invasif, akhir-akhir ini makin banyak dimanfaatkan untuk membantu menentukan diagnostik dari suatu penyakit, apalagi alat ini tidak menimbulkan efek samping, dapat digunakan setiap saat dan pada kondisi klien yang beratpun dapat dimanfaatkan e. Waktu Pengosongan Lambung Dapat dilakukan dengan scintigafi atau dengan pellet radioopak.

Konsep Asuhan Keperawatan 1. Pengkajian Pengkajian merupakan tahap awal dari proses dimana kegiatan yang dilakukan yaitu : Mengumpulkan data, mengelompokkan data dan menganalisa data.

Data fokus yang berhubungan dengan dispepsia meliputi adanya nyeri perut, rasa pedih di ulu hati, mual kadang-kadang muntah, nafsu makan berkurang, rasa lekas kenyang, perut kembung, rasa panas di dada dan perut, regurgitasi keluar cairan dari lambung secar tiba-tiba. Mansjoer A, , Hal. Diagnosa Keperawatan Menurut Inayah bahwa diagnosa keperawatan yang lazim timbul pada klien dengan dispepsia. Nyeri epigastrium berhubungan dengan iritasi pada mukosa lambung. Nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan rasa tidak enak setelah makan, anoreksia.

Perubahan keseimbangan cairan dan elektrolit berhubungan dengan adanya mual, muntah d. Kecemasan berhubungan dengan perubahan status kesehatannya 4. Rencana Keperawatan Rencana keperawatan adalah tindakan keperawatan yang akan dilaksanakan untuk menngulangi masalah keperawatan yang telah ditentukan dengan tujuan. Kaji tingkat nyeri, beratnya skala 0 — 10 2. Berikan istirahat dengan posisi semifowler 3. Anjurkan klien untuk menghindari makanan yang dapat meningkatkan kerja asam lambung 4. Anjurkan klien untuk tetap mengatur waktu makannya 5.

Observasi TTV tiap 24 jam 6. Diskusikan dan ajarkan teknik relaksasi 7. Kolaborasi dengan pemberian obat analgesik 1. Berguna dalam pengawasan kefektifan obat, kemajuan penyembuhan 2.

Dengan posisi semi-fowler dapat menghilangkan tegangan abdomen yang bertambah dengan posisi telentang 3. Mengurangi rasa nyeri atau dapat terkontrol 7. Menghilangkan rasa nyeri dan mempermudah kerjasama dengan intervensi terapi lain b. Pantau dan dokumentasikan dan haluaran tiap jam secara adekuat 2. Timbang BB klien 3. Berikan makanan sedikit tapi sering 4. Monitor intake dan output secara periodik. Catat adanya anoreksia, mual, muntah, dan tetapkan jika ada hubungannya dengan medikasi. Membantu menentukan keseimbangan cairan yang tepat 3.

Berguna dalam mendefinisikan derajat masalah dan intervensi yang tepat Berguna dalam pengawasan kefektifan obat, kemajuan penyembuhan 5. Membantu intervensi kebutuhan yang spesifik, meningkatkan intake diet klien. Mengukur keefektifan nutrisi dan cairan 7. Dapat menentukan jenis diet dan mengidentifikasi pemecahan masalah untuk meningkatkan intake nutrisi.

Awasi tekanan darah dan nadi, pengisian kapiler, status membran mukosa, turgor kulit 2. Awasi jumlah dan tipe masukan cairan, ukur haluaran urine dengan akurat 3. Indikator keadekuatan volume sirkulasi perifer dan hidrasi seluler 2.

Klien tidak mengkomsumsi cairan sama sekali mengakibatkan dehidrasi atau mengganti cairan untuk masukan kalori yang berdampak pada keseimbangan elektrolit 3. Melibatkan klien dalam rencana untuk memperbaiki keseimbangan untuk berhasil 5. Tindakan daruat untuk memperbaiki ketidak seimbangan cairan elektroli d.

Kecemasan berhubungan dengan perubahan status kesehatannya Tujuan : Mendemonstrasikan koping yang positif dan mengungkapkan penurunan kecemasan, dengan kriteria menyatakan pemahaman tentang penyakitnya.

CR580 SAP CRM USER INTERFACE PDF

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DISPEPSIA

Rasa panas di dada dan perut h. Regurgitasi keluar cairan dari lambung secara tiba-tiba 6. Patofisiologi Perubahan pola makan yang tidak teratur, obat-obatan yang tidak jelas, zat-zat seperti nikotin dan alkohol serta adanya kondisi kejiwaan stres, pemasukan makanan menjadi kurang sehingga lambung akan kosong, kekosongan lambung dapat mengakibatkan erosi pada lambung akibat gesekan antara dinding-dinding lambung, kondisi demikian dapat mengakibatkan peningkatan produksi HCL yang akan merangsang terjadinya kondisi asam pada lambung, sehingga rangsangan di medulla oblongata membawa impuls muntah sehingga intake tidak adekuat baik makanan maupun cairan. Pencegahan Pola makan yang normal dan teratur, pilih makanan yang seimbang dengan kebutuhan dan jadwal makan yang teratur, sebaiknya tidak mengkomsumsi makanan yang berkadar asam tinggi, cabai, alkohol, dan pantang rokok, bila harus makan obat karena sesuatu penyakit, misalnya sakit kepala, gunakan obat secara wajar dan tidak mengganggu fungsi lambung. Penatalaksanaan Medik a. Penatalaksanaan non farmakologis 1 Menghindari makanan yang dapat meningkatkan asam lambung 2 Menghindari faktor resiko seperti alkohol, makanan yang peda, obat-obatan yang berlebihan, nikotin rokok, dan stres 3 Atur pola makan b.

STK2250 PDF

Latar belakang Angka harapan hidup di Indonesia setiap tahunnya semakin meningkat. Hal itu berdampak pada meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia lansia dibanding jumlah penduduk secara keseluruhan. Penurunan fungsi tubuh akan menurun seiring bertambahnya umur seseorang. Hal itu membuat lansia sangat identik dengan menurunnya daya tahan tubuh dan mengalami berbagai macam penyakit. Beberapa perubahan dapat terjadi pada saluran cerna atas akibat proses penuaan, terutama pada ketahanan mukosa lambung. Penurunan tersebut akan membuat lansia rentan menderita penyakit. Lansia akan memerlukan obat yang jumlah atau macamnya tergantung dari penyakit yang diderita.

AKTA PEMEGANG AMANAH PERBADANAN 1952 PDF

Endoskopi merupakan pemeriksaan baku emas. Selain sebagai diagnostik sekaligus terapeutik. Berikut ini adalah modifikasi gaya hidup yang dianjurkan untuk mengelola dan mencegah timbulnya gangguan akibat dispepsia : Atur pola makan seteratur mungkin Hindari makanan berlemak tinggi yang menghambat pengosongan isi lambung coklat, keju dll Hindari makanan yang menimbulkan gas dilambung kol, semangka, melon dll Hindari makanan yang terlalu panas Hindari minuman dengan kadar caffein dan alkohol Hindari obat yang mengiritasi dinding lambung, seperti obat anti — inflammatory yang mengandung ibuprofen, aspirin, naproxen, adalah pilihan yang tepat karena tidak mengakibatkan iritasi lambung. Kelola stres psikologi seefisien mungkin Jika anda perokok, berhentilah merokok Pertahankan BB sehat Olah raga teratur G. PENATALAKSANAAN Berdasarkan konsensus nasional penanggulangan helicobacter pylori , ditetapkan skema penatalaksanaan dispepsia, yang debedakan bagi sentra kesehatan dengan tenaga ahli gastroenterolog atau internis yang disertai fasilitas endoskopi dengan penatalaksanaan dispepsia dimasyarakat.

CAPITALISM MODERNISM AND POSTMODERNISM BY TERRY EAGLETON PDF

.

Related Articles